Oleh: Rosa Listyandari, S.S.
SETIAP ibu pasti pernah mendapati anaknya berperilaku menyimpang, misalnya suka mencubit teman, berkata-kata kotor, membolos, mencuri, dan lain sebagainya. Perilaku menyimpang pada anak harus disikapi dengan cara yang bijak, salah satunya melalui bahasa si ibu. Tentu saja hal ini disesuaikan dengan tahapan usia dan karakter si anak. Tiap anak pastilah memiliki “keistimewaan” tersendiri dalam hal keanehan atau perilaku menyimpangnya.
Ibu adalah orang yang pertama kali bertanggung jawab meluruskan penyimpangan perilaku buah hatinya. Bagaimana juga pertalian darah dan batin mereka tidak terbantahkan oleh apa pun. Setiap pasangan ibu dan anak mempunyai hubungan yang unik. Oleh karenanya, ibu haruslah cermat mengikuti perkembangan anak, dan taktis menghadapi gejala-gejala aneh si anak.






DALAM mendidik anak-anak, beberapa ahli menerapkan pantangan-pantangan kepada orang tua. Dengan kata lain, orang tua tidak boleh melakukan “ini-itu” jika ingin anaknya tumbuh dan berkembang dengan baik.
NILAI-NILAI positif dan hebat apakah yang dapat ditanamkan kepada anak sejak dini? Mungkin pertanyaan itu juga mampir di dalam kehidupan Anda. Saya pun demikian. Saya selalu mencari hal positif yang dapat saya tularkan dan tanamkan kepada anak-anak. Terus-menerus, karena saya yakin bahwa mendidik anak adalah sebuah proses yang sulit dicari batasnya kapan selesai. Dan, berikut ini beberapa butir yang dapat saya catat untuk ditanamkan kepada anak-anak.







