SUATU hari saya akan berangkat ke kantor, anak saya, Nadia yang siap-siap bersekolah TK bilang, “Papa nggak usah kerja aja, di rumah nemenin Dede Nadia.” Lalu saya menjawab, “Kalau papa nggak kerja, nanti nggak dapat duit. Nggak bisa beli permen, dong.” Lalu anak saya nyeletuk, “Kalau gitu papa kerja aja deh...” Hehehe....
Lain hari, anak saya ini juga merajuk, “Ikut dong pa ke kantor.” Saya jawab, “Jangan.” Lalu ia berkata lagi, “Emangnya di kantor nggak ada anak kecil ya.” Heeh...jawab saya, sambil membatin, “Kalau orang yang tingkah lakunya seperti anak kecil, banyak, Nak.” Upss....***** (herry)






ALAM memberikan banyak pelajaran bagi kita, termasuk bagi anak-anak. Lihatlah, banyak sekolah yang mengajak anak berbondong-bondong terjun ke alam. Ada yang mengajak anak-anak ke sungai, ke kebun buah, hutan buatan, dan lain sebagainya. Banyak orang tua yang juga mengajarkan hal ini pada buah hatinya.
APA yang Anda bayangkan seandainya anak-anak tidak mendapatkan masa depan yang baik. Misalnya, anak-anak kita tidak lulus ujian nasional (UN) atau tidak lulus sekolah dan tidak bisa melanjutkan studi ke jenjang berikutnya. Sementara itu, di lain pihak, tidak akan ada yang peduli dengan nasib anak-anak kita, selain orang tuanya. Namun, orang tuanya pun kesulitan membantu anak memecahkan kebuntuan dalam menghadapi masa depan.
DI KALA gundah gulana atau penat memikirkan masalah-masalah yang tak kunjung usai, penghiburan sangat kita dambakan. Oleh karenanya, orang-orang selalu berusaha pergi ke tempat-tempat hiburan, seperti bioskop, pantai, atau pun mal.






