Oleh: dr. Yahya Wardoyo, SKM
ADA ‘joke’ yang mengatakan: ‘Orang mempunyai dua telinga dan satu mulut, artinya seharusnya ia mendengar dua kali lebih banyak ketimbang berbicara’. Atau dengan kata lain, seharusnya setiap orang lebih dahulu mendengar (dengan menyimak, atau ‘listen’ dan bukan sekadar ‘hear’) dan belajar, ketimbang mempertahankan pendapat atau konsepnya sendiri. Ini namanya orang yang bijak. Tetapi, apa yang sering kita temui dalam keseharian kita?
Apakah Anda sering menjumpai hal yang saya akan ceritakan di bawah ini?
Seseorang, katakanlah bernama Ari, sudah punya konsep di kepalanya, atau mungkin sudah dituangkan dalam bentuk tulisan. Lantas ia minta komentar Anda. Ternyata komentar Anda itu tidak sejalan dengan konsep dan pendapatnya, atau mungkin sejalan tetapi punya nuansa lain. Apa yang dilakukan Ari? Lepas dari apakah komentar dan pendapat Anda itu secara objektif lebih mengena dan lebih baik, Ari tidak bisa menyimak (listen) hal itu. Ia ‘tidak mendengar’ lebih dahulu, ia tidak mau belajar dari Anda; ia mempertahankan konsep dan pendapatnya lebih dahulu.






ANDA penggemar sepak bola? Kagumkah Anda pada prestasi klub sepak bola kelas wahid di kota Manchester? Yap, di bawah besutan “arsitek” sekaliber Sir Alex Ferguson, Manchester United dengan gemilang beberapa kali menorehkan prestasi internasional. Bahkan, tak henti-hentinya klub ini menghasilkan para pesepak bola dengan predikat pemain termahal, mulai Eric Cantona, David Beckham (Beck), dan terakhir Cristiano Ronaldo (CR7). Anehnya, semua pemain mahal itu berperilaku bengal. Lalu apa resep pamungkas Sang Sir Alex mengatasi kebengalan mereka?
SAYA bukan ahli kecantikan, bukan juga praktisi yang berkaitan dengan sisi-sisi keanggunan kaum perempuan. Meski pernah menulis sebuah buku berjudul All About Inner Beauty terbitan Gramedia Pustaka Utama beberapa tahun silam, itu juga bukan berarti saya bergelut di bisnis yang berkaitan dengan kiat-kiat jitu untuk perempuan yang ingin tampil anggun. Namun, sebagai seorang pria, saya bisa melihat dan merasakan bagaimana seharusnya seorang perempuan bisa cantik luar-dalam. Berikut beberapa butir tip cantik luar-dalam dari kacamata pria, terutama dari sudut pandang diri saya sendiri.
ADA KALANYA, ketika persoalan hidup datang bergelombang, nggak pernah berhenti, kehidupan rumah tangga menjadi panas. Antarpasangan bahkan tak jarang selalu "bentrok", berantem, dan anak hanya bisa melihat dengan gemas, heran, dan banyak pertanyaan dalam dirinya sendiri. Lalu, bagaimana kiat agar ketika mengalami persoalan pun, kita tetap bisa mesra bersama pasangan? Berikut beberapa hal yang mungkin dapat kita coba dan renungkan.







