Oleh: Herry Prasetyo
BEBERAPA waktu lalu, ketika menonton tayangan infotainment, saya "nyeletuk" kepada istri, "Kok bisa begitu?" Apa yang mendasari celetukan saya itu? Ya, saya melihat seorang artis yang juga seorang ibu dari anak-anaknya, sedang dalam masalah "perceraian" dengan suaminya, "merelakan" anak-anaknya ikut mantan suaminya. Dia beralasan bahwa anak-anak selama ini dekat dengan ayahnya. Dan, memang kenyataannya, berdasarkan tayangan itu, anak-anak si artis tidak merasa "terganggu" jika harus bersama ayahnya, bukan dengan ibunya. Anak-anak kecil itu terlihat merasa nyaman dengan sang bapak.
Lebih hebat lagi, ketika menjelaskan tentang persoalan anak, si artis hebat ini tidak menunjukkan raut muka kesedihan, bahkan ada sesekali tawanya. Luar biasa bagi saya. Seorang ibu yang tidak dekat dengan buah hatinya bagi saya adalah suatu keanehan. Seorang ibu harus dekat dengan anak-anaknya. Betapa pun sibuknya, dalam banyak contoh, para ibu yang sibuk tersebut tetap bisa mendekatkan diri dengan anak-anak, tapi terhadap si artis ini, mengapa bisa demikian. Saya sering kali melihat teman-teman saya yang berkarier, menyempatkan diri menelepon anaknya, demi sebuah bentuk kasih sayang dan rasa perhatian yang mendalam. Tidak ada alasan bagi para ibu yang sibuk untuk "menjauhkan diri" dari putra-putrinya.






PARU-PARU kita adalah salah satu organ vital kesehatan dan kelangsungan hidup kita. Apakah Anda ingin mempunyai paru-paru yang sehat? Berikut beberapa hal yang perlu Anda pahami.
APA yang Anda pikirkan ketika membaca judul di atas? Ups... maaf, isi tulisan ini pasti tidak seperti yang ada di pikiran Anda. Namun, akan sangat sulit Anda menyangkal akan kekuatan dahsyat masing-masing poin yang ada di bawah ini. Mari kita simak bersama.
BANYAK dari kita sering menuntut anak menjaga nama baik orang tua. Begitu pula nasihat bijak para pendahulu kita, menuntut hal demikian. Seperti dalam lingkungan Jawa, ada istilah “mikul dhuwur, mendhem jero” yang diamanatkan pada anak untuk menghormati orang tua. Artinya, anak harus menjunjung tinggi nama baik orang tua dan menyimpan dalam-dalam kejelekan atau keburukannya. Yap…, sudah pasti pepatah ini berlaku juga untuk daerah lain.







