ORANG bilang tak kenal maka tak sayang. Semoga ini kesempatan baik saya untuk memperkenalkan Rumah Moral.Rumah Moral hanya sebuah gagasan dari seorang wanita sederhana bernama Melly Kiong, banyak yang mungkin merasa bahwa saya hanya terlalu berani bermimpi. Tidak salah memang, berangkat dari sebuah mimpi idealisme untuk berpartisipasi membangun negeri. Sebuah mimpi yang klise kedengarannya, namun hanya ada tekad yang selalu menyemangati diri ini untuk tidak berhenti dan terus berbuat sesuatu secara nyata.






APA yang ada di dalam pikiran kita sebagai orang dewasa? Tentu banyak. Apalagi jika kita mengalami banyak persoalan hidup maka semakin kompletlah apa yang kita pikirkan. Di sisi lain, kita juga diharapkan tetap mampu mendidik anak dengan baik, tetap membangun keluarga dengan wajar, dan tetap menatap masa depan penuh kegemilangan. Gado-gadonya rasa dan pikiran, dengan singkat kata singkat cerita, tidak boleh memengaruhi kita dalam memandang dan menikmati hidup, termasuk kehidupan di dalam keluarga.
SELAMA sebulan ini penggemar tontonan sepak bola dimanjakan oleh ajang sangat bergengsi empat tahunan, Piala Dunia. Saya pun demikian. Saya suka nonton bola, apalagi melalui ajang olahraga si kulit bundar itu, banyak filosofi hidup saya dapatkan. Nah, di ajang Piala Dunia yang saat ini dilangsungkan di Afrika Selatan itu, saya mendapatkan beberapa "kejutan" yang mampu menginspirasi saya untuk semakin percaya diri dalam situasi apa pun.
MASALAH selalu datang tiada disangka-sangka. Bila orang tua mengalami masalah dalam hidupnya, terkadang butuh pemahaman dan pengertian dari anak. Namun, kadang kita merasa bingung dan resah bagaimana akan mengungkapkan masalah itu pada anak-anak. Kawan saya pernah dihadapkan pada situasi yang sulit. Jantungnya mengalami masalah yang harus ditangani serius oleh seorang kardiolog. Dia berusaha menyembunyikan sakitnya pada siapa pun. Hanya pada istrinya dia mengungkapkan sakitnya, itu pun tidak secara gamblang. Sebagai kawan, yang kebetulan berkecimpung dalam dunia kesehatan, kami mendapat kepercayaan diberi tahu secara konkret kronologi sakitnya.







