Oleh: Herry Prasetyo
SAAT ini banyak orang tertuju kepada tontonan bola, Piala Dunia. Saya pun begitu, karena saya juga dari dulu suka main bola, di kampung. Tak ketinggalan, kali ini saya tentu juga nonton Piala Dunia di teve, karena nggak mungkin saya harus ke Afrika Selatan, bukan? Nah, di rumah, "kotak ajaib" yang bisa mencakup tontonan seluruh dunia, televisi, itu menjadi semakin laku. Saya, istri, dan anak-anak menjadi "berebut" channel untuk nonton acara favorit masing-masing.
Tapi untunglah, anak istri kini mengalah kalau saya nonton bola. "Ini kan cuma 4 tahun sekali," begitu kilah saya. "Tapi jangan lupa papa harus nemenin nonton Upin Ipin," kata anak saya. "Oke," jawab saya singkat.






MENDIDIK anak beragam caranya. Dari dulu hingga kini, orang tua selalu berusaha mengantar anaknya menjadi orang yang sukses, berguna bagi diri sendiri dan orang lain. Sebisa mungkin stres dan kegagalan terhindarkan dari kehidupan orang tua dalam membimbing anak-anak. Maka tak berlebihan banyak orang menjadi khawatir lalu bertanya apakah mendidik anak itu sesuatu yang sulit dan rumit. “Melalui seminar saya, banyak orang tua yang terbuka matanya bahwa ternyata mendidik itu sangatlah sederhana,” ujar Melly Kiong, penulis buku Siapa Bilang Ibu Bekerja Tidak Bisa Mendidik Anak dengan Baik? dan Cara Kreatif Mendidik Anak ala Melly Kiong.
SETIAP orang ingin hidup sehat. Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda coba.
TULISAN ini saya buat untuk sekadar santai saja. Pagi ini (karena saya tulis di pagi hari), saya ingat anak saya yang sedang "sibuk" mempersiapkan ujian untuk naik ke kelas 3 SD. Bukannya saya mengeluarkan banyak petuah, nasihat, dan harapan agar ia berprestasi, bukan, bukan itu. Saya dan istri hanya meminta anak saya melakukan satu hal penting: "Jangan minum es sebelum ujian berakhir!" Sambil kami memberikan beberapa alasan agar anak tidak membantah perintah.







