Carolina S Yana: "Di Musik Semua Ada"

E-mail Print PDF

APA yang Anda pahami tentang musik? “Dunia gonjrang-gonjreng” yang memekakkan telinga ataukah dunia penuh seni dan harmonisasi yang mampu menyentil hati dan jiwa pada suatu saat suatu masa. Tentu Anda punya jawabannya tersendiri, tapi mari kita berbincang mengenai musik termasuk keterkaitannya dengan dunia anak, dunia seni, dan dunia ekspresi, dengan pianis Carolina S Yana.

“Cita-cita saya adalah mengenalkan budaya Indonesia terutama lagu dan musiknya ke kancah dunia internasional. Semua itu dimulai dari anak-anak, supaya mereka bisa mencintai warisan budaya negerinya. Maka saya mencoba membuat sesuatu yang berbeda, tapi berkualitas sehingga mereka dan orang-orang di sekitarnya akan tertarik dan mau mengenal lebih dekat,” ujar musisi yang lebih bisa mengekspresikan musik lewat piano, keyboard maupun electone ini.

Carolina S Yana mengelola sekolah musik SWARA HARMONY di Paskal Hyper Square B26 Bandung (sejak 2004) dan CONCORDIA di Kota Baru Parahyangan, Padalarang (sejak 2008), meliputi piano klasik, pop, keyboard, vokal, biola, celo, gitar elektrik dan klasik, drum, saksofon, flute, midi, teori musik, ensemble. Kegiatan lainnya, ia membuat program-program edukasi musik untuk guru-guru dan anak-anak, mengaransemen, melatih, dan memimpin string ensemble, membuat modul-modul pengajaran, menata artistik musik di sekolah musik, dan meng-"compose" jingle dan lagu-lagu baru.

”Sebagai arranger dan komposer, saya dituntut untuk mengetahui segala jenis alat musik, dan bisa memainkannya walaupun tidak ahli semuanya. Begitu juga sebagai music director dan owner sekolah musik, saya harus tahu kemampuan seseorang dalam memainkan alat musiknya sehingga saya bisa menilai kualitas guru-guru saya,” cerita Carolina S Yana kepada herry prasetyo dari buahaticerdas. Berikut perbincangan selengkapnya.

Apa saja manfaat musik untuk anak-anak?
Untuk fisik, musik dapat melatih motorik kasar dan halus, melatih koordinasi mata, tangan, menyeimbangkan otak kanan dan kiri, melatih telinga untuk "listen" bukan hanya "hear", sedangkan untuk nonfisik, musik bisa melatih hati dan rasa serta kedisiplinan.

Jenis musik apa saja yang bermanfaat untuk anak-anak?
Musik yang mempunyai irama dan melodi yang teratur. Tapi, tergantung rentang usianya juga, karena mood dari suatu lagu juga bisa berpengaruh terhadap detak jantung dan tingkat agresivitas anak. Musik yang mempunyai melodi yang intervalnya tidak monoton juga membuat otak merekam jejak yang baik, begitu juga dengan lirik yang baik.

Anak-anak sekarang lebih hafal lagu-lagu orang dewasa, bagaimana menurut Ibu?
Saya sebenarnya sangat prihatin, dari lirik yang dewasa, mood lagu yang mellow atau malah terlalu ngebeat dan kasar itu mempengaruhi perilaku anak. Tapi ada juga beberapa lagu anak-anak yang mementingkan sisi industrinya, tidak bisa dilihat sisi musikalitasnya baik dari lirik maupun melodinya. Lagu anak-anak Indonesia klasik seperti ciptaan AT Mahmud, itu bisa membangun keindahan jiwa dan raga anak-anak Indonesia.

Bisakah dijelaskan keterkaitan pola belajar dengan pemahaman tentang musik?
Kalau dilihat dari sisi efek Mozart, lagu zaman klasik dan barok, memang memiliki keteraturan dari banyak aspek musik seperti nada yang memiliki interval yang berulang, variasi yang jelas, polyphony atau banyak suara yang semuanya membuat bagian-bagian otak jadi "menyala", dan memproduksi lebih banyak neuron dan jalinan-jalinannya. Belajar memerlukan pola, di musik semua ada.

Sejak usia berapa kira-kira hobi bermusik anak-anak mulai kelihatan?
Anak-anak dilahirkan dengan banyak bakat, tapi lingkungan yang menentukan. Seperti anak yang menguasai bahasa ibunya sebagai bahasa pertamanya, demikian juga hobi pertamanya akan dipilih berdasarkan apa yang dia lihat dan dia dengar sehari-hari.

Ada orang yang lebih konsentrasi kerja atau belajar sambil dengerin musik, ada juga orang yang tidak bisa seperti itu. Bagaimana menurut Ibu?
Mendengarkan musik sambil belajar bisa lebih membantu menyalakan bagian otak yang dipakai untuk mencerna dan menghafal pelajaran. Tapi, tergantung jenis musiknya. Kalau musiknya ingar-bingar dengan lirik yang mengundang untuk ikut dinyanyikan, malah konsentrasi akan lebih ke musiknya. Musik klasik terutama barok seperti jawaban saya yang pertama, bisa dipakai untuk membantu menstimulasi otak dalam belajar, dengan volume yang tidak terlalu keras. Tapi, untuk saya dan anak saya yang musisi juga, belajar atau menulis sambil mendengar musik, tetap lebih berat konsentrasinya ke musik, yang menganalisis, atau apa pun yang berhubungan dengan musiknya bukan pelajaran atau tulisannya.

Apa saja yang bisa didapatkan orang yang berbakat musik lalu mengikuti kursus musik?
Bakat itu membantu untuk belajar sesuatu menjadi lebih cepat bisa, seharusnya...tapi parameter yang menentukan keberhasilan dalam belajar musik (kursus) bukan hanya bakat. Menurut Bill Saragih, bakat hanya 10%, sisanya kemauan. Untuk anak-anak, 90% itu lebih ke arah dukungan moril dan materiil dari orang tuanya, pengadaan alat pendukung, waktu yang disediakan untuk mengantar, berkonsultasi dengan guru, dan pendampingan sehari-harinya secara konsisten. Ini karena anak-anak pada dasarnya memang ingin bermain, terus dan terus.

Jadi, bakat yang didukung kursus berarti didukung secara materiil bisa membuat bakat lebih berkembang dan terarah dengan baik, tapi harus diimbangi "kemauan ortu" untuk menyediakan waktu secara kontinu.

Pengalaman unik apa saja yang Ibu alami selama ini dalam menggeluti dunia musik?
Karena sebenarnya saya lebih suka di belakang layar, jadi banyak orang di sekitar saya yang tahu tentang saya dari orang lain. Seperti cerita ini, ada seorang ibu (salah satu ortu murid) yang menelepon staf administrasi saya dan berkata, "Mbak, tadi saya lihat ada Bu Carolina di koran Pikiran Rakyat, ternyata Bu Carolina bisa main piano yaa…?".... Gubrak, admin saya langsung saja berkata, "Cape deeeh." Hahaha…

Menurut saya itu lucu dan unik, karena ternyata saya memang harus belajar menjual diri kalau mau dikenal "orangnya", bukan karyanya saja.... hehehe…

Berapa lama persiapan suatu pertunjukan musik, baik tampil solo maupun dalam suatu kelompok musik?
Untuk mempersiapkan 2-3 lagu baru butuh sekitar dua kali pertemuan, misalnya untuk mempersiapkan acara launching Hughes Presenter Club dan Istana Plaza Kidz Club yang berdurasi sekitar dua jam, dan untuk full band dan mini orchestra butuh sekitar empat kali pertemuan. Tapi pernah juga waktu acara "OPINI" live di TV One, saya dan putri saya (biola, vokal) hanya menyiapkan dalam waktu satu hari, karena biasanya acara-acara TV sering mendadak menghubungi talent-nya.

Sebenarnya yang terpenting adalah latihan dan terus mengembangkan kemampuan walaupun tidak ada acara, sehingga kita selalu siap sedia kapan pun... dan kualitasnya dapat dipertanggungjawabkan.

Apa sebenarnya cita-cita Ibu di dunia musik?
Cita-cita saya adalah mengenalkan budaya Indonesia terutama lagu dan musiknya ke kancah dunia internasional. Semua itu dimulai dari anak-anak, supaya mereka bisa mencintai warisan budaya negerinya. Oleh karena itu, saya mencoba membuat sesuatu yang berbeda, tapi berkualitas sehingga mereka dan orang-orang di sekitarnya akan tertarik dan mau mengenal lebih dekat. Salah satu contohnya "INDONESIAN HIGHLIGHT" yang merupakan medley dari lagu-lagu daerah Indonesia yang diklaim oleh negara tetangga, seperti "Burung Kakatua", "Soleram", "Anak Kambing Saya," dan "Rasa Sayange".

Saya punya rencana untuk menerbitkan buku yang berisi aransemen lagu-lagu untuk ensemble biola anak-anak, di mana terdapat cerita-cerita di balik lagu-lagu itu dan CD video performance-nya.

Pertanyaan terakhir, apa yang ingin Ibu sampaikan kepada pembaca buahaticerdas?
Saya agak gelisah dengan perkembangan teknologi dan info yang sedikit chaos bagi "orang awam" di bidang musik. Budaya instan telah membuat para orang tua mempercayakan waktu dan materinya untuk membuat anak-anaknya terlihat hebat dan keren dalam sekejap, yang sebenarnya secara kualitas tidak mungkin terjadi karena kemampuan musik adalah suatu skill yang harus dilatih, bertahap dan terakumulasi, berikut jam terbangnya.

Di sekolah musik saya, saya terus berinovasi membuat program-program yang membuat anak-anak bisa belajar musik dengan benar "lahir dan batin", sehingga nantinya bisa dipertanggungjawabkan di masyarakat luas. Arah ke depannya ke homeschooling musik, mungkin gak yaaa....?? (semoga bisa, bu, red.)*****

 

Polling

Buku apa yang paling dibutuhkan buah hati Anda?
 

Jumlah Tamu

We have 4 guests online

Buku Promo