YAHYA WARDOYO

Mengapa Orang Dewasa Enggan Belajar?

E-mail Print PDF

Oleh: dr. Yahya Wardoyo, SKM

ADA ‘joke’ yang mengatakan: ‘Orang mempunyai dua telinga dan satu mulut, artinya seharusnya ia mendengar dua kali lebih banyak ketimbang berbicara’. Atau dengan kata lain, seharusnya setiap orang lebih dahulu mendengar (dengan menyimak, atau ‘listen’ dan bukan sekadar ‘hear’) dan belajar, ketimbang mempertahankan pendapat atau konsepnya sendiri. Ini namanya orang yang bijak. Tetapi, apa yang sering kita temui dalam keseharian kita?

Apakah Anda sering menjumpai hal yang saya akan ceritakan di bawah ini?
Seseorang, katakanlah bernama Ari, sudah punya konsep di kepalanya, atau mungkin sudah dituangkan dalam bentuk tulisan. Lantas ia minta komentar Anda. Ternyata komentar Anda itu tidak sejalan dengan konsep dan pendapatnya, atau mungkin sejalan tetapi punya nuansa lain. Apa yang dilakukan Ari? Lepas dari apakah komentar dan pendapat Anda itu secara objektif lebih mengena dan lebih baik, Ari tidak bisa menyimak (listen) hal itu. Ia ‘tidak mendengar’ lebih dahulu, ia tidak mau belajar dari Anda; ia mempertahankan konsep dan pendapatnya lebih dahulu.

Read more...
 

Anggapan Keliru Osteoporosis Bisa Disembuhkan dengan Susu

E-mail Print PDF

Oleh: dr. Yahya Wardoyo, SKM

DOKTER dan ahli gizi pada umumnya menyarankan pasiennya yang menderita osteoporosis untuk mengonsumsi lebih banyak susu dan produk susu lainnya karena mengandung kalsium tinggi. Kedengarannya cukup masuk diakal, tetapi tidak akan berhasil. Orang Amerika dan Eropa Utara mengonsumsi 800-1.200 mg kalsium sehari, tapi tetap saja mereka lebih menderita osteoporosis daripada orang Asia dan Afrika yang mengonsumsi 300-500 mg kalsium per hari.

Penyebab utama osteopororis adalah terlalu banyak mengonsumsi bahan-bahan yang sifatnya ‘acidic’ (asam) yang berasal dari daging (protein hewani, termasuk susu), gula dan bahan-bahan yang mengandung kimia. Untuk menetralisasi aciditas (keasaman dalam tubuh) tersebut, tubuh mengambil kalsium (untuk menciptakan suasana alkalin) dari tulang. Jadi, masalah osteoporosis bukanlah bahwa seseorang itu tidak cukup memakan kalsium. Masalahnya adalah mereka kehilangan kalsium. Dengan demikian, mengasup lebih banyak kalsium ke dalam tubuh bukanlah jawabannya, karena Anda bisa kehilangan lebih banyak daripada yang Anda asup (misalnya dengan tetap memakan daging, gula, dan bahan-bahan kimia lainnya).

Read more...
 

10 Gejala Penuaan Dini di Usia Muda

E-mail Print PDF

Oleh: dr. Yahya Wardoyo, SKM

PENUAAN DINI
adalah proses di mana otak dan jaringan saraf mengalami proses penuaan yang semestinya belum terjadi. Penuaan dini dalam bentuk yang paling parah adalah penyakit Alzheimer. Gejala penuaan dini dapat dikenali, dan selagi masih dalam taraf awal sebaiknya dikelola agar tidak terjadi makin cepat. Dewasa ini sangat memprihatinkan, penuaan dini semakin banyak terjadi pada usia muda.

Salah satu dugaan penyebabnya ialah karena terlalu padatnya otak dipenuhi sajian-sajian yang sudah matang, antara lain yang paling nyata adalah kaum muda terlalu banyak menghabiskan waktunya di depan televisi. Karena terlalu banyak informasi yang disajikan televisi, sajian yang sudah matang diterima otak maka otak lambat laun kehilangan daya kreatifnya. Inilah pemicu paling awal dari proses penuaan dini.

Ada 10 gejala penuaan dini yang segera dapat kita kenali dan sebaiknya juga segera kita kelola agar tidak melaju menjadi Alzheimer nantinya.

1. Anda makin sering lupa janji; lupa apa-apa yang dibicarakan atau dibaca/ditonton, menurunnya kemampuan menceritakan kembali peristiwa atau apa pun yang habis Anda alami; menurunnya kemampuan menyimak saat diajak bicara orang lain; terkesan seperti ‘tidak mendengar’ padahal Anda tidak tuli.

Read more...
 

Mendesain Ulang Pola Makan Sehat

E-mail Print PDF

Oleh: dr. Yahya Wardoyo, SKM

SETIAP orang, terutama wanita, selalu ingin tampil langsing dan sehat, namun tak jarang ada banyak hambatan. Dengan demikian, Anda perlu mewaspadai hambatan-hambatan yang muncul supaya keinginan Anda tampil lebih sempurna tetap terlaksana.  Beberapa kenyataan yang menghambat upaya menjadi langsing secara mudah, murah, dan sehat adalah sebagai berikut.

1. Kita sudah terbiasa makan makanan yang diproses menjadi ‘halus’, ‘putih’, ‘enak’. Jenis makanan begini tidak dapat digunakan untuk menahan kenyang. Apabila Anda mengonsumsinya, ada kecenderungan Anda ingin makan lagi.

2. Kita terbiasa dengan sajian banyak pilihan, terutama camilan. Secara psikologis, semakin banyak pilihan, Anda semakin terdorong mengambil lebih banyak.

Read more...
 

Mendidik Anak Hiperaktif

E-mail Print PDF

Oleh: dr. Yahya Wardoyo, SKM

BEBERAPA keluarga melaporkan anak mereka menjadi hiperaktif kemungkinan karena pada masa kecilnya, sang anak terlalu dini mendapat asupan suplemen makanan berupa stimulan otak, atau vitamin otak seperti DHA. Agak sejalan dengan anak “nakal” atau anak dengan gangguan tingkah laku (GTL) adalah anak hiperaktif, atau anak dengan Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH) atau Attention Deficit & Hyperactive Disorder (ADHD). Kita akan memakai istilah Anak Hiperaktif saja untuk GPPH atau ADHD ini.

Sebenarnya ini tidak terlalu sejalan dengan anak “nakal”, sebab anak hiperaktif penyebabnya adalah gangguan hormonal, gangguan keseimbangan kimiawi dalam susunan saraf pusat/otak atau bahkan kelainan struktur anatomi otak dan perkembangan otak yang tidak normal, sehingga otak mengalami gangguan fungsi. Disebut juga dengan Brain Dysfunction Syndrome. Gangguannya disebut hiperkinetik sebab ditandai dengan berlebihannya gerakan.

Banyak juga anak hiperaktif yang latar belakang penyebabnya adalah lingkungan dan faktor emosional serta sosial, antara lain pola mendidik yang salah. Ada juga anak hiperaktif yang hereditair (karena keturunan).

Beberapa keluarga melaporkan anak mereka menjadi hiperaktif kemungkinan karena pada masa kecilnya, anak terlalu dini dan terlalu banyak mendapat asupan suplemen makanan berupa stimulan otak, atau vitamin otak seperti DHA, yang belakangan ini diiklankan secara besar-besaran dan meluas, bahkan menjadi tren. Ini memang masih perlu dibuktikan, tetapi ada baiknya suplemen semacam ini kita berikan dengan kehati-hatian dan tidak berlebihan.

Tipe Anak Hiperaktif
Anda perlu mengetahui bahwa ada tiga tipe anak hiperaktif. Berikut ini ketiga tipe tersebut!

1. tipe hiperaktif-impulsif
Anak dalam tipe ini memiliki ciri-ciri berikut: terlalu energik, lari ke sana kemari, melompat seenaknya, memanjat-manjat, banyak bicara, berisik.
Ia juga impulsif: melakukan sesuatu secara tak terkendali, begitu saja bertindak tanpa pertimbangan, tak bisa menunda respons, tidak sabaran. Tetapi yang mengherankan, sering pada saat belajar, ia menampakkan tidak perhatian, tetapi ternyata ia bisa mengikuti pelajaran.

Read more...
 

Kiat Meneguhkan Kualitas dan Nilai Pernikahan

E-mail Print PDF

Oleh: dr. Yahya Wardoyo, SKM

BUAH HATI yang cerdas dan hidup dalam lingkungan keluarga yang nyaman adalah dambaan setiap orang. Salah satu cara menjaga agar lingkungan hidup si buah hati terasa nyaman adalah menjaga suatu pernikahan dalam bingkai cinta keluarga yang tulus dan penuh kehangatan. Dengan demikian, keluarga yang dibalut dengan nilai-nilai pernikahan serta kualitas cinta di dalamnya akan membuat si buah hati bertumbuh dan berkembang dengan wajar. Berikut ini kiat-kiat meneguhkan kualitas dan nilai pernikahan yang bisa Anda berdua terapkan!

"Economic" (Ekonomi rumah tangga)

Sepakati bersama pengaturan ekonomi rumah tangga; hiduplah berhemat secara terukur, kuasai benar bagaimana mengatur keseimbangan antara pemasukan, pengeluaran primer, pengeluaran sekunder dan tabungan. Jangan lupakan persiapan menghadapi hari tua atau kelak jika memasuki masa pensiun ketika kemampuan fisik sudah menurun, di mana penghasilan sudah jauh berkurang. Beberapa tipe asuransi patut menjadi pertimbangan bersama.

Beberapa pasangan mengalami ketidakharmonisan gara-gara memakai pola ‘harta terpisah’ antara suami dengan istri. Ada baiknya jika ini menyangkut keluarga Anda untuk ditinjau ulang apa dasar pola harta terpisah itu, keuntungan dan kerugiannya. Jangan mengambil risiko mengorbankan kebahagiaan dalam hidup suami-istri hanya karena kepentingan harta. Persoalan ekonomi memang berpotensi menjadi faktor yang membuat gairah hidup pernikahan jadi meredup, jadi memang harus disadari untuk dikelola dengan bijak, jangan sampai ambruk gara-gara persoalan ekonomi, walau mungkin memang bukan masalah sederhana.

Anda berdua harus mampu memisahkan kemelut ekonomi dengan harmoni rumah tangga. Tetaplah bersatu dalam kemesraan di tengah kesulitan ekonomi sekalipun. Jangan sampai gara-gara ekonomi kacau, masih ditambah harmoni keluarga ikutan hancur. Yang juga perlu menjadi pertimbangan ialah pembuatan surat wasiat (testamen) jika sewaktu-waktu Anda, atau Anda berdua dipanggil Tuhan secara tak terduga. Jangan sampai gara-gara harta lantas generasi sesudah kita jadi tidak harmonis lagi.

Read more...
 

Merangsang Kreativitas Anak

E-mail Print PDF

Oleh: dr. Yahya Wardoyo, SKM

PADA umumnya pola belajar anak di rumah, usai dari sekolah adalah: mempelajari apa-apa yang akan diberikan esok hari; membuat PR yang untuk esok hari.

Pola belajar ini disebut reaktif, artinya anak bereaksi atas apa-apa yang diberikan guru. Pola belajar ini sekadar memenuhi apa yang ditugaskan guru. Ini adalah pola yang mengesankan "sekolah adalah kepentingan guru" (dan mungkin juga kepentingan orang tua). Pola demikian dapat menyebabkan kesukaan belajar jadi pupus. Belajar adalah kewajiban, belajar adalah beban.

Pola ini menumpulkan daya kreativitas, karena hanya sebatas "menyelesaikan apa yang ditugaskan kepadanya"; anak menjadi budak proses belajar.

Read more...
 

Kiat Mendidik Anak Nakal

E-mail Print PDF

Oleh: dr. Yahya Wardoyo, SKM

International Facilitator... (Profil selengkapnya ada di bagian akhir naskah ini)


‘NAKAL’ adalah istilah yang mendua. Nakal bisa berarti anak yang “kreatif”, “banyak akal”, “suka membantah” tetapi.... dirasakan menyusahkan orang tua.

Saya ingat semasa saya masih SD sekitar kelas 4, saya terkenal, atau dikenal, dijuluki terutama oleh ayah saya: “anak nakal, tukang membantah”, bahkan biasanya ditimpali ibu saya, “Besok kamu sekolah untuk jadi pokrol saja....” Pokrol adalah julukan sinis pengacara atau advokat. Lantas kakak sulung saya membujuk, “Mbok kamu ini jadi anak yang penurut saja, nggak usah membantah...”

Benarkah saya anak nakal gara-gara suka membantah?

Saya membela diri, “Saya tidak sembarang membantah. Saya kan mempertanyakan sesuatu yang ayah perintahkan, apa alasannya, mengapa, mau ke mana, apa yang hendak dicapai, apa tidak ada cara lain yang lebih gampang... dan seterusnya... Kalau instruksinya nggak jelas – nggak masuk akal (menurut jalan pikiran saya) – kan memang perlu dipertanyakan...?”

Read more...
 

Meningkatkan Inteligensia Anak

E-mail Print PDF

Oleh: dr. Yahya Wardoyo, SKM

TINGKATKAN inteligensia anak Anda! Itulah mungkin yang sering Anda dengar bila ingin anak berhasil. Lalu, bagaimana caranya? Anda tentu berpikir sejenak dan ingin menjawab pertanyaan itu... demi anak Anda. Dan, apakah Anda sudah menemukan jawabannya... lalu menerapkannya untuk anak-anak.

Ya, meningkatkan inteligensia anak ada caranya. Bila Anda belum menemukannya, berikut ini beberapa butir yang bisa Anda coba. Bila Anda sudah tahu cara maupun tekniknya, butir-butir di bawah ini bisa memperkaya cara Anda.

Fokus Pandangan Anak

Pada usia sekitar 6 bulan, fokus pandangan anak sejauh 17-20 cm.

Jika Anda sedang mengasuhnya, dekatkan muka Anda sejauh itu agar ia bisa melihat wajah Anda dengan fokus. Pandanglah matanya, ajak ia tertawa, ajak bercakap-cakap. Lakukan dengan “santai” saja, jangan tegang. Dengan demikian, Anda dan anak akan menikmati “pengalaman” ini secara lebih sempurna dan mengasyikkan.

Read more...
 

Polling

Buku apa yang paling dibutuhkan buah hati Anda?
 

Jumlah Tamu

We have 3 guests online

Buku Promo